Dalam kondisi sedih atau mendapatkan kabar buruk, biasanya seseorang akan menolak kabar tersebut. Hal ini dapat berupa kebingungan akan kondisi tersebut, kaget, menghindari karena merasa dokter memberikan diagnosis yang salah atau hasil pemeriksaan yang keliru, hingga ketakutan akan dampak dari diagnosis tersebut. Tahap selanjutnya adalah Anger atau kemarahan, hal ini dapat berupa frustasi, cemas, iritasi atau kemarahan. Kemarahan ini dapat berupa kemarahan terhadap orang tua atau bahkan kepada Allah, mengapa menurunkan atau memberikan kondisi tersebut. Tahap selanjutnya adalah Bargaining atau menawar, hal ini dapat berupa mencari arti akan kondisi yang diderita, mencari bantuan dari orang lain, hingga menceritakan kepada orang lain atau yang memiliki kesamaan kondisi. Sebagai contoh adalah menawar kepada Allah, “Ya Allah, saya berjanji akan menjadi anak yang baik jika Engkau mencabut penyakit ini.” Atau misalnya hanya ingin mengikuti sebagian terapi yang dianjurkan. Tahap keempat adalah Depression atau depresi seperti yang telah dijelaskan diatas, merasa tidak ada jalan keluar atau masa depan, kewalahan dan juga kebencian akan kondisi yang diderita. Tahap yang terakhir adalah Acceptance adalah penerimaan. Pada fase ini, penderita dan keluarga telah menerima akan kondisi mereka. Pasien dan keluarga mencari dan menerima opsi-opsi untuk bergerak maju atau move on.